SAMPAH MENJADI PEMICUH KREATIFITAS SISWA DI SEKOLAH

Sampah

Sampah adalah sisa suatu usaha atau kegiatan (manusia) yang berwujud padat (baik berupa zat organik maupun anorganik yang bersifat dapat terurai maupun tidak terurai) dan dianggap sudah tidak berguna lagi ([sehingga dibuang ke lingkungan). Alam tidak mengenal sampah, yang ada hanyalah daur materi dan energi. Hanya manusia yang menyampah ([mengakibatkan munculnya sampah).

Pencemaran lingkungan umumnya berasal dari sampah yang melonggok  pada suatu tempat penampungan atau pembuangan. Perombakan sampah organik dalam suasana anaerob [miskin oksigen) akan menimbulkan bau tak sedap. Makin tinggi kandungan protein dalam sampah, makin tak sedap bau yang ditimbulkan. Dampak lain karena timbunan sampah dalam jumlah besar adalah lingkungan yang kotor dan pemandangan yang kumuh.

Timbunan sampah menjadi sarang bagi vektor dan penyakit. Tikus, lalat, nyamuk akan berkembang biak dengan pesat. Ruang yang ada dicelah-celah sampah dapat berupa ban, kaleng bekas, kardus, dan lain-lain merupakan hunian yang ideal bagi tikus. Lalat pada umumnya berkembangbiak pada sampah organik, terutama pada sampah yang banyak mengandung protein, seperti sisa makanan.  Suasana yang lembab dan hangat sangat cocok untuk habitat nyamuk. Sampah organik menyediakan sumber makanan yang melimpah bagi mereka.

Kreatifitas dan keterampilan peserta didik dalam menghasilkan produk kerajinan, produk rekayasa, produk budidaya serta produk pengolahan, sudah diajarkan pada mata pelajaran prakarya  sejak SMP. Hasil kreatifitas siswa  kadang-kadang hanya menjadi pajangan di kelas atau diruangan tertentu yang sengaja  disediakan untuk itu, belum bisa bernilai ekonomi  atau dijual  secara luas di masyarkat.

Karakteristik Sampah di Sekolah

Sekolah sebagai tempat berkumpulnya banyak orang dapat menjadi penghasil sampah terbesar selain pasar, rumah tangga, industri dan perkantoran. Secara umum sampah dapat dipisahkan menjadi :

Sampah organik/mudah busuk  berasal dari: sisa makanan, sisa sayuran dan kulit buah-buahan, sisa ikan dan daging, sampah kebun (rumput, daun dan ranting).

Sampah anorganik/tidak mudah busuk berupa : kertas, kayu, kain, kaca, logam, plastik , karet dan tanah.

Sampah yang dihasilkan sekolah kebanyakan adalah jenis sampah kering dan hanya sedikit sampah basah. Sampah kering yang dihasilkan kebanyakan berupa kertas, plastik dan sedikit logam. Sedangkan sampah basah berasal dari guguran daun pohon, sisa makanan dan daun pisang pembungkus makanan.

Jenis sampah lain yang juga lumayan banyak di sekolah adalah plastik. Sampah ini sebagian besar terdiri dari bungkus plastik dan botol minuman mineral. Untuk jenis terakhir inilah yang sekarang banyak dicari orang. Botol minuman bekas yang berbahan plastik PET bisa didaur ulang menjadi biji plastik. Demikian juga halnya dengan kaleng minuman bekas yang berbahan logam. Sampah jenis ini juga sebaiknya dipilah, dikumpulkan untuk kemudian dijual. Anak-anak juga dapat berkreasi merangkainya menjadi barang kerajinan atau hiasan dinding.

Dengan sistem pemilahan ini diharapkan anak didik dapat belajar betapa sampah yang semula kotor dan menjijikkan ternyata memiliki nilai jual. Mata pelajaran ekonomi dapat dipelajari dari seonggok sampah di sekolah. Anak didik akan menyadari bahwa peluang kerja ada di sekitarnya, bukan hanya dicari tapi dapat juga diciptakan.

Dalam perancangan pengelolaan sampah di sekolah, para siswa perlu dilibatkan secara aktif. Hal ini dapat dilakukan dengan pembentukan regu-regu yang bertugas secara terjadwal. Kegiatan pameran dan kompetisi berkala dapat dilakukan untuk meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan sampah.  Menulis di blog atau majalah dinding merupakan latihan yang bagus untuk menumbuhkan jiwa-jiwa mengelola sampah. Sehingga muncul kesadaran baru bahwa,  ‚ÄúSampah bukan masalah, tetapi peluang 

Menurut berita 23 Nov 2021 (https://paxel.co/id/berita-dan-promo/dampak-sampah-yang-tidak-dikelola-dengan-baik), akibat pembuangan sampah dan limbah yang sembarangan hingga pengelolaan sampah yang tidak tepat menjadi penyebab terjadinya pencemaran lingkungan mulai dari air, udara, dan tanah. Selain merusak lingkungan kita, pencemaran akibat sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan kita dengan timbulnya berbagai penyakit.

 

Pengelolaan sampah

Pemilahan yaitu memisahkan menjadi kelompok sampah organik dan non organik dan ditempatkan dalam wadah yang berbed. Yuni Agusya (2018). Pengelolaan Sampah yang Ramah Lingkungan di Sekolah dengan menerapkan konsep 3R yaitu:

Reuse (penggunaan kembali) yaitu menggunakan sampah-sampah tertentu yang masih memungkinkan untuk dipakai (penggunaan kembali botol-botol bekas).

Reduce (pengurangan) yaitu berusaha mengurangi segala sesuatu yang dapat menimbulkan sampah serta mengurangi sampah-sampah yang sudah ada.

Recycle (daur ulang) yaitu menggunakan sampah-sampah tertentu untuk diolah menjadi barang yang lebih berguna (daur ulang sampah organik menjadi kompos).

Kerajinan dari bahan daur ulang bisa menjadi peluang bisnis yang mudah bagi siswa. Siswa tidak perlu harus repot-repot mencari bahan daur ulang karena ada banyak sekali sampah di sekolah yang dapat didaur ulang menjadi beragam kerajinan. Selain bisa menjadi peluang bisnis modal kecil untung besar, kerajinan dari bahan daur ulang juga bisa berdampak positif terhadap lingkungan sekolah. Dengan mendaur ulang sampah plastik, siswa sudah ikut berkontribusi dalam mengatasi masalah pencemaran lingkungan dan mengurangi jumlah sampah plastik.

Bentuk kreatifitas siswa hasil pengolahan limbah/sampah di sekolah

  1. Pot Bunga

Bahan dan Peralatan yang Dibutuhkan:

  • Botol plastik bekas, pisau, hiasan untuk mata, pupuk/tanah untuk menanam, tanaman

Cara Membuat Kerajinan Tangan dari Botol Plastik Bekas Berbentuk Pot Bunga:

  • Siapkan bahan dan peralatan yang dibutuhkan.
  • Setelah semua sudah terkumpul, langkah selanjutnya adalah memotong botol plastik dengan pisau.
  • Ukurannya dikira-kira saja atau lihat pada gambar.
  • Beri sedikit hiasan sesuai keinginan. Jika ingin sesuai contohnya, tempelkan saja tutup botolnya sebagai mulut dan tambahkan mata boneka, lalu tempel.
  • Jangan lupa untuk melubangi bagian bawah botol agar air tidak mengendap di dalam botol.
  • Masukkan botol pupuk dan tanah ke dalam botol.
  • Masukkan bibit tanaman yang ingin ditanam.
  1. Hiasan Rumah

Bahan dan Peralatan yang Dibutuhkan:

  • Botol Bekas, benang, paku, cat, papan, lem

Cara Membuat Kerajinan Tangan dari Botol Plastik Bekas Berbentuk Pohon:

  • Kumpulkan bahan dan peralatan yang dibutuhkan.
  • Potong terlebih dahulu papan berbentuk batang pohon.
  • Gabungkan papan yang sudah dipotong dengan lem.
  • Potong lagi papan yang difungsikan sebagai ranting pohon.
  • Gabungkan papan berbentuk batang pohon dengan papan berbentuk ranting pohon.
  • Langkah selanjutnya membuat daun-daunnya dengan memotong botol bekas bagian ujung bawahnya.
  • Berikan warna bagian bawah botol bekas sesuai pada gambar.
  • Lubangi bagian bawah botol bekas tersebut dengan paku.
  • Masukkan tali ke dalam lubang tersebut. Hal ini untuk menempelkan ke papan yang berbentuk seperti ranting pohon.
  • Tempelkan/ikat botol dengan ranting pohon.
  • Susunlah hingga membentuk pohon yang sempurna.

Olah: Nuraisyah Ismail

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *