Pasar Sambung Jawa dan Pasar Senggol Makassar, Mansyur Toto: Dua Pasar Yang Berbeda

TEMBUSPAGI.COM, MAKASSAR, – Rupanya masih banyak yang belum tau persis tentang keberadaan Pasar Sambung Jawa di Kota Makassar. Pasar yang terletak di jalan Hati Murni itu kerap disebut juga Pasar Senggol. Padahal sangat jauh berbeda meski letaknya satu lokasi. Ibarat kata Serupa Tapi Tak Sama. Lantas apa yang membedakan?

Berikut Fakta-Faktanya:
Pasar Sambung Jawa ialah Pasar yang terletak di jalan Hati Murni berada diantara jalan KS Tubun dan Cendrawasih. Beroperasi di pagi hari hingga sore.
Sementara Pasar Senggol adalah juga merupakan Pasar yang terletak di jalan Hati Murni tetapi sedikit melewati perbatasan KS Tubun dan Cendrawasih hanya saja Pasar Senggol ini berada diatas poros jalan Raya Hati Murni menggunakan badan jalan yang merupakan Fasilitas Umum (Fasum) dan beroperasi di malam hari.

Pasar Sambung jawa memiliki potensi pedagang sebanyak 64 orang yang mengisi sejumlah 12 Front Toko dan 15 lods, 8 kios dan 29 Hamparan. Dalam bangunan tua diseberang selokan besar jln Hati Murni.
Sementara Pasar Senggol terdiri 485 pedagang yang aktif. Diantaranya 468 stand pakaian, 17 PKL untuk penjualan sayur dan ikan.

Pedagang Pasar Senggol belum tentu pedagang Pasar Sambung Jawa. Tetapi Pedagang Pasar Sambung Jawa bisa jadi mereka juga yang berdagang di Pasar Senggol pada malam hari terutama pedagang Ayam, ikan dan sayuran.

Kepala Unit Pasar Sambung Jawa yang juga merupakan penanggungjawab Pasar Senggol, Mansyur Toto mengatakan memang masih banyak masyarakat yang tidak mengetahuinya. “Iya masih banyak yang belum tau bahwa Pasar Senggol dan Pasar Sambung Jawa itu beda. Hanya tempatnya satu lokasi di Jln Hati Murni, Kelurahan Tamarunang, Kecamatan Mariso.” Ujar mantan Jurnalis ini.

Sebagai tambahan, Pasar Sambung Jawa itu terletak dalam bangunan Pasar di atas lahan yang diisi para pedagang yang berjualan kebutuhan pokok seperti beras, Ikan, sayur dan buah. Sementara Pasar Senggol yang menguasai Fasum jln. Hati Murni sepanjang -/+500 mtr, dominan menjual kebutuhan sandang (Pakaian) dan hanya sedikit yang berjualan sayur, buah dan ikan.

Lokasi Pasar Sambung Jawa hanya terdapat dalam bangunan lama. Yang sudah ada sejak jaman Kompeni. Sementara Pasar Senggol merupakan pindahan pasar malam di depan Stadion Mattoangin sejak tahun 60an. Dan kini menetap hampir diseluruh ruas jalan Hati Murni hingga separuh Jalan KS Tubun. Bahkan kini sudah menjamur hingga ke bahu jalan Cendrawasih yang berhadapan dengan Komplek Asrama Mattoangin bagian Selatan.

Pasar Sambung Jawa dulunya merupakan Wilayah Kelurahan Sambung Jawa, Kecamatan Mamajang. akan tetapi setelah wilayah tersebut dimekarkan kini menjadi Kelurahan Tamarunang, Kecamatan Mariso. Sementara Pasar Senggol terbagi dua kelurahan yakni Stand bagian Selatan adalah wilayah Kelurahan Tamarunang, sementara Stand bagian Utara berada di wilayah Kelurahan Mattoangin. Keduanya berdiri diperbatasan dua kelurahan di Kecamatan Mariso.

Nah, itu dia fakta-fakta perbedaan antara Pasar Sambung Jawa dan Pasar Senggol di Makassar. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.